IPPAT NTB Berbagi, Saharjo: Profesi Harus Hadir dengan Hati
MATARAM — Suasana hangat terasa di Panti Asuhan Muhammadiyah Mataram, Jumat, 25 September 2026. Pengurus Wilayah Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah Nusa Tenggara Barat datang bukan membawa urusan dokumen atau pertanahan, melainkan bantuan dan kepedulian.
Ketua Pengurus Wilayah IPPAT NTB, Dr. Saharjo, S.H., M.Kn., M.H., memimpin langsung penyaluran bantuan tersebut. Ia menyebut kegiatan itu sebagai pengingat bahwa sebuah profesi memiliki tanggung jawab yang lebih luas daripada pekerjaan sehari-hari.
“Kadang yang dibutuhkan bukan hanya bantuan, tetapi juga rasa bahwa mereka tidak sendiri. Profesi harus tetap punya hati dan hadir di tengah masyarakat,” kata Saharjo.
Menurut dia, kegiatan berbagi tidak semestinya berhenti pada seremoni. Kepedulian sosial harus tumbuh menjadi kebiasaan dan karakter organisasi.
Bantuan diserahkan dalam suasana sederhana dan penuh kekeluargaan. Tidak banyak seremoni. Yang lebih menonjol justru percakapan, senyum, dan rasa kebersamaan antara pengurus IPPAT NTB dan keluarga besar panti asuhan.
Saharjo berharap kegiatan seperti ini terus dijaga. Baginya, integritas profesi bukan hanya tentang bekerja sesuai aturan, tetapi juga tentang seberapa jauh keberadaan sebuah organisasi mampu memberi manfaat.
“IPPAT harus dikenal bukan hanya karena profesionalismenya, tetapi juga karena kepeduliannya,” ujarnya.
Dari Panti Asuhan Muhammadiyah Mataram, IPPAT NTB membawa satu pesan sederhana: di balik akta, sertipikat, dan urusan pertanahan, profesi tetap harus menyisakan ruang untuk kemanusiaan.

0 Komentar