HUT ke-39 IPPAT NTB, Merawat Kebersamaan di Tengah Dinamika Organisasi
MATARAM, 24 September 2026 — Peringatan Hari Ulang Tahun ke-39 Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) di Nusa Tenggara Barat tidak berhenti pada seremoni. Rangkaian kegiatan yang digelar Pengurus Wilayah IPPAT NTB menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, memperkuat kebersamaan, sekaligus meneguhkan kembali semangat pengabdian organisasi.
Ketua Pengwil IPPAT NTB, Dr. Saharjo, S.H., M.Kn., M.H., menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota dan pihak yang telah mengambil bagian dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Menurut Saharjo, ulang tahun organisasi semestinya menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan yang telah dilalui sekaligus memperkuat langkah ke depan.
«“Bagi kami, momentum ini bukan sekadar perayaan, tetapi menjadi pengingat bahwa kekuatan IPPAT ada pada kebersamaan, persaudaraan, dan kesediaan kita untuk saling menguatkan dalam menjalankan pengabdian.”»
Ia mengatakan organisasi profesi akan semakin kuat apabila setiap anggotanya memiliki ruang untuk berkontribusi. Karena itu, kebersamaan tidak cukup dibangun melalui kegiatan seremonial, tetapi perlu dirawat melalui komunikasi, kerja bersama, dan kepedulian terhadap sesama anggota.
Peringatan HUT ke-39 juga menjadi momentum untuk terus meningkatkan kapasitas dan profesionalisme anggota di tengah perkembangan regulasi dan tuntutan profesi yang semakin dinamis.
Saharjo mengajak seluruh anggota menjadikan momentum tersebut sebagai bagian dari ikhtiar bersama untuk menjaga marwah organisasi.
“Mari kita rawat kebersamaan ini dengan ketulusan. Semoga Allah SWT memberikan keberkahan, menjaga langkah kita, dan menjadikan IPPAT semakin solid, profesional, bermartabat, serta semakin bermanfaat bagi anggota dan masyarakat.”
Di penghujung rangkaian kegiatan, doa menjadi bagian dari refleksi bersama. Harapannya, setiap ikhtiar pengurus dan anggota tidak hanya memperkuat organisasi, tetapi juga membawa manfaat yang lebih luas.
“Kita berdoa bersama, semoga setiap ikhtiar menjadi amal kebaikan, setiap kebersamaan menjadi keberkahan, dan perjalanan IPPAT ke depan senantiasa berada dalam ridha serta pertolongan Allah SWT.”
Bagi IPPAT NTB, usia 39 tahun bukan sekadar angka dalam perjalanan organisasi. Ia menjadi pengingat bahwa organisasi tumbuh dari kebersamaan, partisipasi, dan kesediaan untuk terus berjalan dalam semangat pengabdian.

0 Komentar