Alumni Universitas Mataram Jadi Wakil Jaksa Agung, Pengwil IPPAT NTB: Momentum Perkuat Sinergi Penegakan Hukum
Mataram – Pengangkatan Asep Nana Mulyana sebagai Wakil Jaksa Agung Republik Indonesia mendapat apresiasi dari Pengurus Wilayah Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) Nusa Tenggara Barat. Presiden Prabowo Subianto menetapkan Asep melalui Keputusan Presiden Nomor 87/TPA Tahun 2026 sebagai orang nomor dua di Kejaksaan Agung.
Bagi Pengwil IPPAT NTB, kepercayaan yang diberikan kepada alumni Universitas Mataram tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi civitas akademika Universitas Mataram dan masyarakat Nusa Tenggara Barat. Kiprah Asep dinilai menunjukkan bahwa lulusan perguruan tinggi di NTB mampu berkontribusi dan dipercaya mengemban jabatan strategis di tingkat nasional.
Ketua Pengwil IPPAT NTB, Dr. Saharjo, S.H., M.Kn., M.H., menyampaikan ucapan selamat atas amanah yang diberikan kepada Asep Nana Mulyana.
"Kami keluarga besar Pengwil IPPAT NTB mengucapkan selamat dan sukses kepada Bapak Asep Nana Mulyana atas amanah sebagai Wakil Jaksa Agung Republik Indonesia. Sebagai alumni Universitas Mataram, beliau menjadi inspirasi bagi generasi muda dan civitas akademika bahwa dedikasi, integritas, dan profesionalisme akan mengantarkan seseorang pada pengabdian tertinggi kepada negara," ujar Saharjo.
Menurutnya, kepemimpinan baru di Kejaksaan Agung diharapkan semakin memperkuat penegakan hukum yang berintegritas, sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih erat dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk profesi PPAT dalam mewujudkan kepastian hukum di bidang pertanahan.
"Pengwil IPPAT NTB siap terus membangun sinergi dengan Kejaksaan sebagai mitra strategis dalam menciptakan tata kelola pertanahan yang transparan, akuntabel, dan memberikan kepastian hukum bagi masyarakat," tegasnya.
Pengwil IPPAT NTB menilai kolaborasi antarlembaga merupakan kunci menghadirkan sistem hukum yang semakin kuat, sehingga pelayanan publik, investasi, dan perlindungan hak-hak masyarakat di bidang pertanahan dapat berjalan secara optimal.
Saharjo Lombok

0 Komentar