GpW5BUA8BSrlBSzpBUWlGSAiBY==
  • humas@ippatntb.or.id
  • +6281339740999

Dr. Saharjo Tegaskan Peran Kampus sebagai Hulu Martabat Notaris Indonesia

Dr. Saharjo Tegaskan Peran Kampus sebagai Hulu Martabat Notaris Indonesia

 Di tengah derasnya arus perubahan hukum, digitalisasi layanan, dan meningkatnya jumlah notaris di Indonesia, satu suara akademik menggema kuat dari ruang workshop nasional: pendidikan adalah hulu martabat profesi notaris. Suara itu disampaikan dengan tegas dan reflektif oleh "Dr. Saharjo", ketua pengurus wilayah ikatan pejabat pembuat akta Tanah Nusa Tenggara Barat yang juga akademisi kenotariatan indonesia, perwakilan Program Studi Magister Kenotariatan Universitas Mataram, dalam Workshop Notaris Dosen Pengajar Magister Kenotariatan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta se-Indonesia.

Kegiatan yang digelar pada Kamis, 29 Januari 2026, di Universitas YARSI, Jakarta, ini diikuti oleh 113 dosen Magister Kenotariatan dari seluruh Indonesia. Workshop tersebut menjadi ruang pertemuan gagasan, kegelisahan, sekaligus harapan para akademisi dalam menjaga kualitas dan kehormatan profesi notaris di masa depan.

Dalam penyampaiannya, Dr. Saharjo menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak boleh diposisikan sekadar sebagai penyelenggara pendidikan formal, melainkan sebagai penentu arah dan kualitas notaris Indonesia ke depan.

 “Program studi Magister Kenotariatan adalah hulu. Dari sinilah karakter, integritas, dan cara berpikir notaris dibentuk. Jika hulunya kuat, maka hilirnya yakni pelayanan hukum kepada masyarakat akan bermartabat,” tegasnya.

Menurut Dr. Saharjo, dosen pengajar memikul tanggung jawab strategis, tidak hanya mentransfer ilmu hukum, tetapi juga menanamkan nilai etik, kejujuran, dan tanggung jawab sosial. Ia menekankan bahwa notaris masa depan harus dipersiapkan menghadapi realitas praktik yang kompleks, penuh tekanan, dan sarat dilema moral.

Workshop nasional ini dibuka dengan laporan Ketua Panitia Pelaksana, Dr. Setijati Sekarasih, SH., M.Kn., yang menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan membangun jejaring akademik nasional serta memperkuat pembelajaran berbasis kasus nyata dan permasalahan hukum aktual.

Komitmen sinergi juga ditegaskan oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Notaris Indonesia (PP INI), Dr. Irfan Ardiansyah, SH., Sp.N., LL.M., yang menyatakan bahwa INI sangat mendukung kegiatan ini dan mendorong keberlanjutannya. Menurutnya, notaris yang profesional dan berdaya saing hanya dapat lahir dari pendidikan yang serius dan terintegrasi dengan dunia praktik.

Sementara itu, Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum RI, Dr. Widodo, SH., MH., mengingatkan bahwa notaris adalah profesi yang luhur, dengan jumlah mencapai 22.103 notaris aktif dan akan bertambah sekitar 1.500 notaris baru pada tahun 2026. Ia menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan dari tahap pendidikan hingga purna tugas, termasuk kesiapan menghadapi tantangan digitalisasi dan wacana cyber notary.

Di tengah paparan kebijakan dan data nasional tersebut, pesan Dr. Saharjo menjadi penegasan moral bagi dunia akademik. Ia mengingatkan bahwa kualitas notaris bukan semata diukur dari kemampuan teknis, tetapi dari keberanian menjaga kebenaran hukum dan integritas profesi.

“Notaris bukan sekadar jabatan, melainkan amanah. Dan amanah itu harus disiapkan sejak di ruang kelas, oleh dosen yang sadar bahwa apa yang diajarkannya akan berdampak langsung pada keadilan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Workshop ini pun menjelma bukan sekadar agenda ilmiah, melainkan seruan bersama agar perguruan tinggi, organisasi profesi, dan pemerintah berjalan seiring. Dari ruang akademik inilah, harapan besar diteguhkan: melahirkan notaris Indonesia yang berilmu, berintegritas, dan bermartabat, sebagai fondasi pelayanan hukum yang adil dan berkeadaban menuju Indonesia Emas.

0 Komentar

Info Admin Humas

contact Admin Humas

Hubungi Admin Humas IPPAT Pengwil NTB

Humas Form

Popup Image